PS TE - PST Dorong Transformasi Pertanian melalui Smart Farming dan Pengolahan Limbah Pertanian dengan IoT
Submitted by admin on Fri, 2026-07-24 11:01
Kulon Progo, 23 Juli 2026 – Program Studi Teknik Elektro Program Sarjana Terapan (PS TE - PST), Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui implementasi Smart Farming berbasis Green House dan pengolahan limbah pertanian menggunakan mesin pencacah dengan Internet of Things (IoT) di Dukuh Terbah RT 25 RW 10, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo.
Pengabdian ini merupakan bagian dari komitmen Prodi dalam mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi melalui pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi teknologi. Program tersebut diikuti oleh Kelompok Tani, ibu-ibu Dasa Wisma, dan masyarakat Dukuh Terbah RT. 25 RW. 10 yang antusias mengikuti rangkaian sosialisasi, pelatihan, dan praktik penggunaan teknologi pertanian modern.Pelaksanaan kegiatan diketuai oleh Usman Nursusanto, M.Pd. sebagai perwakilan Prodi bersama tim dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Kolaborasi seluruh sivitas akademika tersebut menjadi wujud sinergi dalam menghadirkan solusi teknologi yang aplikatif sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan di lapangan.

Pada kegiatan ini, tim pengadian mengimplementasikan Smart Farming berbasis Green House dengan IoT yang mampu melakukan pemantauan kondisi lingkungan tanam secara real-time melalui sensor suhu, kelembapan udara, kelembapan tanah, serta sistem penyiraman otomatis menggunakan media sample tanaman cabai. Tanaman ini dipilih berdasarkan komoditas hasil pertanian paling banyak dihasilkan dari pertanian warga tersebut. Teknologi tersebut memungkinkan petani mengelola budidaya tanaman secara lebih efektif, meningkatkan efisiensi penggunaan air, serta membantu menjaga kondisi tanaman agar tetap optimal tanpa harus melakukan pemantauan secara terus-menerus.
Kegiatan dilanjutkan dengan memperkenalkan mesin pencacah limbah pertanian dengan IoT sebagai inovasi dalam pengelolaan limbah organik hasil pertanian. Mesin tersebut digunakan untuk mencacah jerami, rumput, daun, dan sisa hasil panen sehingga lebih mudah diolah menjadi silase sebagai pakan ternak maupun bokashi sebagai pupuk organik. Melalui teknologi tersebut, limbah pertanian yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah sekaligus mendukung sistem pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Mesin ini menggunakan penggerak motor listrik 1 fasa yang sesuai dengan kondisi kelistrikan di lingkungan warga. Mesin tersebut juga dilengkapi dengan panel pengoperasian otomatis-manual dan juga pemantauan secara real-time. Pemberian edukasi yaitu, metode pertanian modern yang memanfaatkan IoT dalam proses budidaya tanaman, mulai dari sistem monitoring lingkungan, irigasi otomatis, sampai dengan pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan greenhouse. Dengan penerapan teknologi tersebut diharapkan produktivitas pertanian masyarakat dapat meningkat seiring dengan penggunaan sumber daya yang lebih efisien.
Tim pengabdian juga memberikan sosialisasi mengenai keamanan kelistrikan kepada seluruh peserta. Materi yang disampaikan meliputi penggunaan instalasi listrik yang aman, pemilihan peralatan listrik sesuai standar, pencegahan bahaya korsleting, serta prosedur penanganan awal apabila terjadi gangguan kelistrikan. Edukasi ini menjadi penting mengingat sistem pertanian modern berbasis IoT memanfaatkan berbagai perangkat elektronik yang memerlukan instalasi listrik yang aman dan andal. Usman Nursusanto, M.Pd., menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi sektor pertanian untuk menjadi lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghilirisasikan hasil inovasi kepada masyarakat sehingga teknologi yang dikembangkan dapat dimanfaatkan secara nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan kualitas lingkungan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sesi penyampaian materi, demonstrasi alat, praktik pengoperasian peralatan, dan diskusi interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan keinginan masyarakat untuk mengembangkan teknologi serupa sebagai bagian dari modernisasi sektor pertanian di Dukuh Terbah. Melalui kegiatan ini, Prodi berharap masyarakat Dukuh Terbah mampu mengadopsi teknologi Smart Farming dengan IoT dan sistem pengolahan limbah pertanian modern secara berkelanjutan. Sinergi antara dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, kelompok tani, pemerintah kalurahan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang lebih produktif, ramah lingkungan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi Fakultas Vokasi UNY dalam mendukung transformasi digital sektor pertanian menuju smart agriculture yang berkelanjutan di Kabupaten Kulon Progo khususnya di Kampung Emas Dukuh Terbah.
